NGAWI — Jajaran Bimbingan Kerja Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ngawi melaksanakan kegiatan panen telur di area bimbingan kerja pada Kamis (8/5). Kegiatan ini diikuti oleh Kasubsi Kegiatan Kerja beserta jajaran, yang secara rutin mengawasi pelaksanaan panen sekaligus perawatan ternak ayam petelur.
Program pemeliharaan ayam petelur di Lapas Ngawi telah berjalan selama 5 bulan. Saat ini, terdapat sekitar 100 ekor ayam yang setiap harinya mampu menghasilkan rata-rata 65 butir telur atau setara ±6 kg. Telur-telur tersebut dipanen setiap hari dan kemudian dijual melalui koperasi Lapas untuk memenuhi kebutuhan ketahanan pangan internal.
Tidak hanya untuk kebutuhan operasional, hasil penjualan telur ini juga dialokasikan untuk berbagai manfaat sosial. Sebagian digunakan untuk akomodasi perawatan dan pakan ternak, sebagian disumbangkan untuk kegiatan bakti sosial (baksos), dan sebagian lainnya diberikan sebagai premi kepada warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang terlibat aktif dalam kegiatan bimbingan kerja.
Kasubsi Kegiatan Kerja menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya tentang produksi, tetapi juga sebagai bagian dari pembinaan kemandirian WBP. “Selain untuk mendukung ketahanan pangan di dalam lapas, kegiatan ini juga mengajarkan keterampilan kerja yang bermanfaat bagi para warga binaan,” ujarnya.
Dengan pemeliharaan yang teratur, pengecekan kesehatan ternak, serta perawatan yang baik, program bimbingan kerja Lapas Ngawi diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan manfaat berkelanjutan, baik bagi lapas maupun bagi masyarakat.


















