Ngawi — Komitmen untuk menjadikan lembaga pemasyarakatan sebagai tempat pembinaan yang humanis dan produktif kembali ditegaskan oleh Lapas Kelas IIB Ngawi. Pada Jumat (02/05) Pukul 09.00 WIB hingga Selesai, Kalapas Ngawi memimpin langsung Rapat Dinas di Aula Lapas, membahas strategi peningkatan fasilitas pembinaan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Dalam rapat tersebut, Kalapas menyampaikan rencana konkret untuk mensupport fasilitas yang dapat mendorong kreativitas serta pembinaan kemandirian dan kepribadian WBP. Langkah ini dinilai sebagai jawaban atas kebutuhan WBP untuk tetap produktif dan membangun bekal positif selama menjalani masa pembinaan.
Tak hanya fokus pada aspek pembinaan, perhatian serius juga diberikan terhadap kesehatan para WBP, terutama yang mengalami sakit berkepanjangan. Dalam forum tersebut, Kalapas menginstruksikan jajarannya untuk melakukan pemetaan kondisi kesehatan WBP secara berkala dan memastikan penanganan yang layak dan cepat.
Langkah ini merupakan bagian dari transformasi layanan pemasyarakatan yang lebih peduli dan berorientasi pada kemanusiaan. Sinergi antara petugas, tenaga medis, dan pihak terkait lainnya diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang tidak hanya aman, tapi juga penuh harapan.
Rapat dinas ini menjadi titik awal pelaksanaan program-program pembinaan yang lebih inklusif dan adaptif terhadap kebutuhan individual WBP. Lapas Ngawi bertekad menjadi model pembinaan modern yang berorientasi pada rehabilitasi menyeluruh.


















